Rabu, 22 Januari 2020

, ,

Total Station untuk Solusi Kemiringan Tanah


KONDISI topografi kota Bekasi mengalami kemiringan sekitar dua derajat atau 27 meter di atas permukaan laut. Selain itu, sawah dan  rawa-rawa di Bekasi juga mulai berubah menjadi pemukiman vertikal maupun tapak.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tata Ruang Bekasi, Junaedi mengatakan, pemerintah daerah telah melaksanakan beraneka upaya untuk menuntaskan kemiringan tanah. Salah satunya yakni mengendalikan pengembangan konstruksi dan menanam pohon baru.

"Tiap bangunan dibiarkan berdiri 150 meter di atas tanah," kata Junaedi, Jumat (2018/04/01).

Menurut Junaedi, salah satu penyebab dari kemiringan kontur tanah sebab kurangnya ruang terbuka hijau (RTH) yang dimiliki pemerintah. Menurut catatan, Kota Bekasi baru memiliki RTH sebesar 17 persen.

Jumlah ini jauh dari jumlah pas dikala merujuk pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 perihal Penataan Ruang. Daerah Tingkat hukum panggilan kota memiliki setidaknya sekitar 30 persen dari luas ruang terbuka hijau. Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menambahkan pada kuartal keempat, pemerintah akan membikin penanaman pohon baru di wilayah hal yang demikian.

Ada sekitar 600 bibit pohon sukun yang ditanam di tanah kosong di sepanjang Kali Baru Pangeran Jayakarta, Polda Aren Jaya dan sebagainya. "Penanaman pohon ini sebagai suatu format supaya kota Bekasi menjadi lebih menarik, cantik, dan jumlah ruang terbuka hijau di Bekasi terpenuhi," kata Tri.

Tri mengatakan, pemerintah sengaja menanam pohon sukun sebab memberikan manfaat lingkungan. Selain penghijauan sebab batang dan daun yang lebat, pohon sukun juga mengandung buah sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat. "Daerah sukun berbuah sepanjang tahun dan dapat dinikmati masyarakat sebab mengandung faktor karbohidrat untuk pengganti beras," tambahnya.

Tri tidak membangkang bahwa kota Bekasi yang dulu yakni daerah rawa-rawa yang kini menjelma sebagai kota metropolitan dengan banyak lingkungan. Oleh sebab itu, tidak mengherankan, Daerah Kota Bekasi rawan terjadi banjir jika dilanda hujan lebat.

Tetapi untuk sebelumnya, tanggul sungai di Rawalumbu ambles dan hamper menjelang pemukiman warga. Sudah, Tri mengatakan, pemerintah Bekasi tidak akan tinggal diam dan akan memberikan solusi pada warga Kota Bekasi.

"Bencana 20 tahun Kali Bekasi tidak dibetuli, sehingga rawan longsor. Kami mengusulkan pembetulan ke Departemen PUPR sebab itu yakni kebijakan mereka, "katanya. Wakil Ketua Satuan Tugas Badan Penanggulangan Daerah Daerah (BPDB) Bekasi, Karsono menambahkan tanah longsor yang terjadi juga dipicu akibat pengikisan yang berasal dari Bekasi, Kabupaten Bogor di Bekasi .

Tanah yang tergerus air di Bekasi berada di Bojong Rawalumbu Village, Teluk Pucung, Bojong Menteng, Sepanjang Jaya, Marga Jaya dan Margahayu.

"Fenomena tanah longsor terjadi hanya pada sisi kanan Kali Bekasi, padahal daerah di sisi kiri akan terus memiliki lebih banyak tanah," kata Karsono. Menurut memperkirakan bahwa sheet pile yang berada sepanjang Kali Bekasi tidak kuat membendung tingkat air dikala bendungan dibuka.

Dengan demikian, situasi tanah secara perlahan terkikis oleh kecepatan air yang mengalir dari selatan ke utara. "Air dari hulu sungguh-sungguh pesat dengan ketinggian 300 cm dari permukaan air, sehingga memberikan dorongan yang pesat hilir," katanya.

Menurut Karsono, lokasi kontur tanah yang ambles sebab ada pembetulan tanggul yang sebelumnya jebol. Pekerjaan telah dihasilkan semenjak tanggal 30 November 2018 dan Kementerian Lazim Tetapi dan Perumahan Rakyat.

Total sepanjang jalan, situasi tangguk yang dibangun itu mengalami kemiringan. Kejadian longsor bukan sekali yang terjadi kata Karsono. Pada tahun 2017, telah ada kejadian sama, tepatnya di Kelurahan Sepanjang Jaya. Pada dikala itu, kontur tanah menjorok ke dasar kali Bekasi sedalam 3 meter.

"Kemungkinan besar akan terus terjadi, jika sheet pile tidak dapat membendung jumlah air," katanya.

Ada banyak solusi yang dapat dijalankan untuk menuntaskan permasalahan di atas, contohnya mengevaluasi kemiringan tanah. Kemiringan tanah dapat diukur dengan Total Station atau Robotic Total Station.

Total Station yakni alat yang diaplikasikan untuk melaksanakan pemetaan secara modern dan perencanaan konstruksi bangunan. Total kerja total station yakni dengan mengevaluasi jarak dan sudut (vertical dan horizontal) secara otomatis.

Total Station memiliki daya ingat internal yang dapat menyimpan data pengukuran sudut dan jarak. Lalu dapat diunduh dan dijalankan komputasi oleh komputer. Alat ini yakni semacam teodolit terintegrasi dengan pengukur jarak elektronik untuk mengevaluasi jarak dan kemiringan dari alat ke titik tertentu.

Total manfaat dari Total Station:

  • Mengurangi kekeliruan manusia seperti kekeliruan pembacaan dan kekeliruan mencatat.
  • Akses mudah ke komputer.
  • Mudah.
  • Penggunaan yang instan.


0 komentar:

Posting Komentar