Kamis, 23 Januari 2020

, ,

Peran Penting Total Station dalam Konstruksi Bangunan


Dikala ini, teknologi baru dihasilkan dengan janji untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Salah satu dari banyak industri yang mengaplikasikan teknologi digitalisasi yakni industri konstruksi. Untuk industri ini, biaya yakni salah satu prasyarat paling penting dalam memutuskan keberhasilan suatu proyek sepanjang masa pengerjaannya. Maka tak mengherankan kalau perusahaan konstruksi terus mencari cara yang lebih efisien untuk mengerjakan pekerjaan mereka.

Industri konstruksi mengaplikasikan Robotic Total Station untuk digitalisasi untuk layout/tata letak bangunan dan kesesuaian internal untuk menghemat waktu serta finansial, menggantikan pengaplikasian meteran dan tali pengukur.

Secara tradisional, tata letak layanan bangunan dikerjakan berdasarkan desain/gambar bangunan yang disediakan. Desain ini dipakai dalam kombinasi dengan meteran, tingkatan dan grid untuk mengidentifikasi titik lokasi untuk sebagian komponen, seperti penetrasi, pipa dan kabel tray. Tetapi Ini segala telah berubah kini.

Digitalisasi tata letak konstruksi bangunan


total station


Berbasis di Melbourne, Australia, V Constructions bergerak pada bidang konstruksi perumahan dan gedung komersial yang tinggi. Banyak dari proyek terbaru mereka menampilkan desain rumit dengan dinding melengkung dan bangunan dengan bahan prefabrikasi dan ruang non-ortogonal.

Berupaya meningkatkan efisiensi, memutuskan keakuratan, dan memberikan kontrol kwalitas, V Constructions membeli Robotic Total Station setelah ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk pengembangan apartemen Holme, pengembangan Gedung 14 lantai yang terdiri dari lempengan yang terus menerus melengkung, disertai dinding tirai dan balkon berlapis kaca.

V Constructions, pelanggan loyal C.R. Kennedy, distributor Leica Geosystems di Australia, memahami perlunya mengerjakan alur kerja digital untuk mengerjakan wujud yang rumit dan mengerjakan proyek lebih cepat ketimbang cara tradisional. Mereka memiliki sedikit waktu untuk beralih ke alur kerja digital setelah mengenal bahwa alur kerja digital bisa mengatasi proyek.

“Kami memerlukan solusi yang mudah dipakai, mudah dipakai dan memerlukan waktu onboarding yang minimal,” kata Douglas Thirkell, surveyor senior di V Constructions. Beralih ke alur kerja digital dan mengaplikasikan instrumen itu mudah berkat C.R. Kennedy yang memberikan dukungan teknis di lokasi saat tim mengaplikasikan stasiun total robot iCON sejak hari pertama proyek. "Produk ini mudah diambil dan lantas dipakai oleh tim," kata Thirkell.

Dirancang oleh jawara penghargaan John Wardle Architects (JWA), desain ukiran meliputi 154 apartemen, ruang komersial dan ritel di atas tanah, dan 160 zona parkir kendaraan beroda empat dalam tiga tingkat ke bawah tanah. Facade bangunan yakni fitur menonjol dari pengembangan dengan facade Art Deco orisinil tahun 1920-an yang dipertahankan di komponen depan lantai bawah dan di samping facade tembok yang ditangguhkan.

Dengan bantuan Robotic Total Station, V Constructions memberikan posisi struktur bangunan yang akurat, tulangan baja, tata letak beton, dan tingkatan akhir. Sifat rumit dari desain bangunan akan membuat hampir mustahil bagi tim V Constructions untuk mengerjakan tata letak mengaplikasikan cara tradisional.

Beralih ke alur kerja digital


total station


V Constructions secara tradisional mengaplikasikan Total Station dari Leica Geosystem untuk proyek konstruksi bangunan sebelumnya. Kompleksitas proyek apartemen Holme membuat Total Station diperlukan bagi tim untuk berinvestasi dalam instrumen tata letak supaya lebih efisien di lokasi konstruksi.

Sebab sifat rumit bangunan, tiap apartemen unik, ada 42 ukuran zona lembab yang berbeda dan tak banyak pengulangan di tiap lantai. Struktur canggih ini melibatkan jumlah pekerjaan yang lebih besar untuk surveyor V Constructions Thirkell dan Brian McLoughlin karena mereka patut mengendalikan tiap komponen. Robotic Total Station memungkinkan tim untuk merapikan komponen logam dan lengkungan beton buatan secara simple dan efisien.

"Apa yang penting bagi kami saat menilai investasi teknologi yakni bahwa instrumen patut bekerja secara robotik dan bisa dioperasikan satu orang," kata Thirkell.

Menangani tantangan tata letak yang rumit dengan efisien dan akurat

total station


Tim di V Constructions mengendalikan sebagian titik kontrol survei di konstruksi untuk tujuan orientasi instrumen di tiap lokasi di sekitar struktur melengkung. Dengan teknik ini berarti mereka tak perlu mengaplikasikan kisi untuk orientasi saat mengatasi tugas tata letak.

Dengan mengaplikasikan alur kerja digital, V Constructions kapabel memutuskan pembatasan instrumen selesai dengan cepat dan akurat dan segala data agenda lantas tersedia pada controller. Ini memutuskan pelaksanaan tata letak yang cepat dan akurat dicontoh dan tak perlu khawatir perihal sebagian variabel dan ketidakakuratan yang datang dengan mengaplikasikan cara tradisional yang melibatkan stringlines, meteran dan spirit tingkatan.

Tiap-tiap kekeliruan kecil bisa menyebabkan konsekuensi yang berpotensi serius. Menjadi sebagian derajat pada sudut tertentu bisa menyebabkan cara prefabrikasi tak sesuai saat tiba saatnya untuk memasangnya. Demikian pula, tata letak yang salah bisa mengakibatkan pertikaian dengan komponen atau layanan bangunan lainnya, sehingga mengganggu jadwal konstruksi, mewujudkan pekerjaan yang tak perlu dan buang-buang bahan bangunan, waktu dan uang.

Di lokasi konstruksi Holme, jendela bangunan berisi lengkungan dan glazier bertumpu pada keakuratan penempatan hobs untuk menempatkan jendela, hobs yakni premade dan dipasang pada form work. Tak ada ruang untuk kekeliruan bagi tim V Constructions dan hanya cara digital yang bisa memberikan kepercayaan terhadap tim dalam kecermatan yang diperlukan, tak ada meteran atau garis tali yang bisa dilihat di lokasi.

“Mengerjakan cara tradisional untuk tata letak amat melelahkan dan memakan waktu, dan penundaan apa malahan bisa memengaruhi pekerjaan tim lain. Menggunakan digitalisasi dengan Robotic Total Station benar-benar cara paling ampuh bagi masa depan bagi kita, ”kata Thirkell.

Mempercepat agenda yang dihasilkan

total station


Salah satu tahap kunci dari proyek yang memiliki keuntungan efisiensi luar lazim yakni agenda yang dibangun.

Thirkell dan McLoughlin diminta untuk mengatasi survei yang dibangun untuk tiap slab. Secara tradisional, mereka akan mengendalikan tingkat laser dan mengerjakan pembacaan, secara manual membuat rancangan slab di kantor. Dengan Robotic Total Station, tim bisa merekam data dan dalam satu jam mengunggahnya ke dalam CAD yang akan dibersihkan dan dipakai untuk menyiapkan rancangan yang dihasilkan.

Dengan mengaplikasikan Robotic Total Station, V Constructions telah menghemat satu orang per hari. Ini yakni penghematan waktu yang cukup besar yang pada alhasil bisa mengurangi jumlah operasi yang diperlukan pada proyek dan mengurangi biaya energi kerja.

Memperluas keuntungan produktivitas

total station


V Constructions menyadari produktivitas yang didapat dengan mengaplikasikan alur kerja digital selama proyek Holme dan berinvestasi dalam Robotic Total Station kedua untuk proyek baru yakni gedung kedutaan di Universitas Monash. Terletak di kampus Clayton, gedung seluas 10.000 meter persegi ini akan terdiri dari satu lantai basement untuk parkir kendaraan beroda empat, ruang publik di permukaan tanah, dua tingkat ruang kantor, dan lantai tiga untuk menampung eksekutif Universitas.

Itulah Peran Penting Total Station dalam Konstruksi Bangunan. Rupanya Total Station amat berkhasiat dalam kelangsungan suatu proyek pembangunan. Semoga pengaplikasian Total Station bisa dipakai pada proyek pembangunan di Indonesia.


0 komentar:

Posting Komentar